I FORGOT YOU (Bagian 2)
Bagian 2
Tiba-tiba
Rara menggoyangkan tubuhku dan mengatakan
“Ye,
ada Heje”
“Heje?
Mana-mana?”
“itu”
menunjuk ke Lorong depan kelas.
Aku
langsung teringat sesuatu dan langsung lari menuju Heje.
“Heje…”
“Oh, Yena. Kenapa tadi pagi kamu
tidak ke rumahku?”
“Maaf, tadi aku lupa. Aku lupa kita
sudah janji untuk berangkat bersama”
“Kamu kepikiran apa sampai lupa,
padahal itu sudah seperti kebiasaanmu, hehehe”
“Entahlah”
“Dari pada pusing, kantin aja”
sambil merangkulku.
Heje
ini adalah teman sekaligus sahabatku semenjak TK, rumahku dan dia hanya
berjarak lima rumah. Orang tua kami sangat dekat, jadi kami juga sangat dekat.
Heje bisa dikatakan anak popular di sekolah ini, banyak siswi perempuan yang
menyukainya, wajahnya yang tampan (menurut Rara mirip dengan Hwang Hyunjin
Straykids) bisa dibayangkan wajahnya yang seperti idol, selain itu Heje juga
tinggi dan kaya (keluarganya) serta pintar.
“Ye, katanya ada siswa baru di
kelasmu?” Tanya Heje.
“Ya begitulah, sepertinya dia akan
menjadi sainganmu. Hehehe”
“Apa dia lebih tampan dariku?”
“Aku belum melihat ketampanannya,
tapi sudah banyak yang menghapirinya”
“Yang pasti aku masih bisa
memikatmu” Goda Heje kepadaku.
“Ihh geli oi, serasa mau mu*tah”
sambil menggelengkan kepalaku.
“Nanti kita pulang bareng kan, ye?”
“Okay, nanti aku tunggu di gerbang”
Akhirnya
waktu pulang sekolah pun datang. Entah kenapa Lee Hyuk mengikutiku di belakang.
“Hei, kenapa mengikutiku?”
“Aaa… aku tidak ingat jalan pulang”
“Jangan katakan kalau kau akan pulang
ke rumahku”
“Aaa…
ya, eomma mu mengirim pesan kepadaku untuk pulang bersama” sambil menunjukkan
pesan dari eomma.
“Huft.
Dengarkan baik-baik, di dunia ini ada yang namanya google maps. Jadi gunakan
itu, karena aku akan pulang bersama Heje. Arraso?”
Akupun
meninggalkan Hyuk dan lari menuju gerbang menemui Heje.
“Heje, maaf aku terlambat. Aku tadi
harus ke toilet”
“Aku juga baru disini”
Jarak
rumahku dengan sekolah sekitar 10 menit berjalan kaki, sedangkan jika memakai
sepeda sekitar 5 menit. Kebetulan Aku dan Heje hari ini tidak membawa sepeda,
jadi kami berjalan kaki untuk kembali pulang.
“Apa
Lee Hyuk baik-baik saja, tidak mungkin dia akan tersesatkan. Aaahh kenapa aku
harus memikirkannya, pasti dia akan baik-baik saja” gumamku dalam hati.
Sesampainya
aku di rumah, tak lama kemudian Lee Hyuk muncul di belakangku.
“Syukurlah kau tak tersesat”
“Aku mengikutimu dari belakang mana
mungkin akan tersesat”
“Waahh… kau sepertinya ahli dalam
mengikuti orang tanpa ketahuan”
“Apa yang kalian ributkan didepan
pintu, ayo masuk, ganti baju dan makan” ucap ibuku.
Waktu
menunjukkan jam 19.00 WIB. Waktunya untuk makan malam.
“Eomma
lupa, sepertinya Minhyun dan Yena cukup bingung dengan situasi sekarang. Ini
Lee Hyuk, dia anak bu wina dan pak Lee dulu tetangga kita di sebelah. Dia akan
tinggal di rumah kita dulu untuk sementara karena perabotan rumahnya belum
sampai dan rumahnya butuh perbaikan sedikit”
“Annyeonghaseo hyung, naneun
minhyun”
“Tolong jangan berlebihan, minhyun”
ucapku.
“Lee
Hyuk juga satu kelas dengan Yena kan, Yena bantulah Hyuk saat belajar ya.
Terutama Bahasa Indonesia, mungkin dia akan bingung dengan berbagai kata-kata”
ucap ayahku.
“Tidak
apa-apa appa, aku sudah belajar banyak sebelum Kembali ke Indonesia”
“Baiklah
sudah selesai membahas anggota baru, mari kita makan” ucapku dengan senyuman.
“Apa
Yena tidak ingat dengan Lee Hyuk, saat balita kalian sangat akrab” ucap ayahku.
“Aku
tidak ingat, apa kami sedekat itu?” jawabku.
“Aku
ingat” jawab Lee Hyuk.
“Yena
memang pelupa sekali Hyuk, harap wajar saja. Dia saja sehabis nontoh film di
bioskop hanya berselang 2 jam dia bisa lupa. Hahaha”
“Appaaa….”
“Oh
iya appa juga ingat, Yena selalu mengatakan Hyuk sebagai pacarnya”
“Betul
sekali, eomma sangat ingat itu. Saat Hyuk pindah kau sangat sedih” sambung
ibuku.
“Wahhh
Yenon, kau punya pacar dari balita. Hahaha” sambung Minhyun.
“Mana
mungkin, lebih baik aku tidur ke kamar. Daripada mendengarkan hal yang tidak
mungkin seperti itu”
“Yenon,
pinjami aku laptopmu ya” ujar Minhyun sambil mengikutiku ke lantai dua.
“Bermainlah
di kamarmu, jangan mengganggu”
Lokasi
kamarku, kamar Minhyun dan kamar tamu itu di lantai dua, jadi Hyuk juga akan
tidur di kamar tamu tepat di depan kamarku.
Tiba-tiba
Hyuk mengetuk pintu kamarku, kebetulan pintu kamarku tidak tertutup.
“Yena”
“Ada apa kau ke kamarku?”
“Ada sesuatu yang mau aku katakan”
“Duduklah, aku juga ada sesuatu yang
akan dibicarakan denganmu”
Tiba-tiba
Hyuk menggenggam tanganku.
“Kamu benar-benar tidak ingat
denganku?”
“Apa
yang kau lakukan? Ini sepertinya pertemuan pertama kita, walaupun saat kecil
kita pernah bertemu. Aku benar-benar lupa denganmu” sambil melepaskan tangan
Hyuk.
“Hey,
coba lihat mataku baik-baik”
“Aishh”
sambil menatap mata Hyuk.
“Yena!!
Ada Heje datang” teriak ibuku dari lantai satu.
“Yena?”
panggil Heje yang berjalan naik ke lantai dua.
“Heje?
Bagaimana ini? Kau harus sembunyi”
Komentar
Posting Komentar