I FORGOT YOU (Bagian 3)
Bagian 3
“Yena!!
Ada Heje datang” teriak ibuku dari lantai satu.
“Yena?”
panggil Heje yang berjalan naik ke lantai dua.
“Heje?
Bagaimana ini? Kau harus sembunyi”
Aku
pun menyembunyikan Hyuk di ruang bawah Kasur.
“Huft”
“Yennnaaa, kamu lagi apa?”
“Aaa… main game”
“Tapi kenapa berkeringat”
“Ohh… Kamu ada apa ke rumah?”
“Ini oleh-oleh dari Hani (kakak perempuan
Heje)”
“Woaahh, Thankyou thankyou.
Sampaikan terima kasih kepada Kak Hani”
“Okaay. Kamarmu wangi sekali,
seperti lotion cowok. Aneh sekali”
“Ehmm” suara dari bawah Kasur.
Sontak
aku langsung menutup mulut, agar Heje tidak curiga.
“Ehmm, sepertinya lotion minhyun”
“Ahaa, mungkin” dengan wajah curiga.
“Ohh”
“Ya udah, sepertinya aku harus
pulang. Sampai ketemu besok”
“Iya…”
Heje
pun turun dan pulang kerumahnya.
“Apa aku sudah bisa keluar?” Bisik
Hyuk.
“Keluarlah”
“Kenapa kamu menyuruhku sembunyi?”
“Aku
tidak mau orang tau kalau kau tinggal di rumahku, dan rahasiakan kalau kita
tinggal dalam satu rumah pada seluruh sekolah. Aku tidak mau ada gossip yang
aneh yang tersebar”
“Lagi
pula kita tidak macam-macam, sungguh kau berpikiran aneh”
“Aku
hanya ingin berjaga-jaga. Kau mengerti?”
“Baiklah”
dengan pasrah.
“Oh
iya, jangan pernah berkata kalau kau adalah pacarku”
“Yak..
kau benar-benar lupa, coba tatap mataku”
“Apa
kau mimpi, sakit atau bagaimana. Hahaha” menatap mata Hyuk.
“Apa
kau menyukai pria tadi? Siapa namanya? Sepertinya kalian dekat sekali”
“Apa
urusannya denganmu, jika aku benar menyukainya”
“Aku
menyukaimu”
“Ya…
Jangan lakukan itu. Aku tidak menyukaimu”
“Akan aku buat kau kembali kepadaku
dan menyukaiku. Ingat itu”
“Aku tidak peduli, aku akan tidur.
Keluarlah”
Pagi
pun tiba, seperti biasanya aku dibangunkan oleh alarmku. Aku langsung
bersiap-siap dan turun ke lantai bawah.
“Pagi dunia” ucapku.
“Pagi dunia juga” balas ayahku.
“Jangan banyak bercanada, cepatlah sarapan
dan berangkat” ucap ibuku.
“Anak-anak,
tadi subuh paman menghubungi ibu. Kalau nenek di Semarang lagi sakit jadi ayah
dan ibu akan ke Semarang dan meninggalkan kalian bertiga untuk beberapa hari”
“Meninggalkan
kami berapa hari?” tanya Minhyun.
“Kemungkinan
seminggu” jawab ayah.
“Apa
aku harus mengurus dua orang ini” ucapku.
“Bukan
kau yang mengurus kami, tapi kami yang akan mengurusmu” ucap Hyuk.
“Betul
sekali hyung” jawab Minhyun.
“Ternyata
kalian sudah bersekongkol, cobaan apa lagi ini”
Selesai
sarapan akupun langsung berangkat ke sekolah. Ketika aku keluar rumah, Heje
ternyata menungguku di depan pintu pagarku.
“Heje… apa yang kamu lakukan
disini?”
“Aku menunggumu. Biasanya kamu
menungguku, sekarang aku menunggumu”
“Ahhh…”
Tiba-tiba
Hyuk keluar dari rumahku.
“Yena ayo berangkat” Ucap Hyuck dan
menarik tanganku.
“Kau siapa? Kenapa kau keluar dari
rumah Yena?” Tanya Heje.
Aku
langsung bingung dengan situasi yang tidak pernah aku pikirkan seperti ini.
Haruskah aku jelaskan kepada Heje apa yang sebenarnya terjadi, aku tidak ingin
Heje salah paham dengan Hyuk yang tinggal dirumahku dan aku tidak mau ada
satupun disekolah yang tau kalau hyuk tinggal di rumahku.
“Sepertinya kita sudah terlambat,
ayo jalan” ucapku.
“Yena, kamu harus jelaskan apa yang
terjadi dulu, lepaskan tanganmu darinya” teriak Heje.
“Nanti aku akan jelaskan, aku tidak
mau terlambat” jawabku.
“Janji, kamu harus menjelaskannya”
“Baiklah”
Selama
perjalanan menuju sekolah, aku memikirkan apa yang harus aku jelaskan. Aku
harus jujur atau tidak, aku harus memikirkan alasan yang lain agar Heje bisa
percaya.
“Hei namamu siapa?” tanya Heje ketus
kepada Hyuk.
“Lee Hyuk”
“Jadi
kau anak baru dari luar negri itu, kau kenapa keluar dari rumah Yena? Apa hubungan
kau dengan Yena?”
“Aku
paa…”
“Yaa,
kau sudah lupa apa yang kita bicarakan malam tadi” busikku kepada Hyuk dan
menutup mulutnya.
“Heje
aku akan jelaskan semuanya nanti, jangan dengarkan dia” ucapku pada Heje.
Komentar
Posting Komentar